Revitalisasi TK Dharma Wanita Desa Betet Disorot, Dinding Retak Diduga Tak Dibongkar
Lokasi pembangunan TK Dharma Bakti
Bojonegoro//lidikkrimsusjatim.com— Diduga asal asalan Pembangunan revitalisasi gedung TK Dharma Wanita Desa Betet, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat sorotan. Pasalnya, berdasarkan pantauan awak media di lokasi, ditemukan bagian dinding bangunan yang mengalami keretakan namun diduga tidak dibongkar dan tetap menjadi bagian dari bangunan yang direvitalisasi.02-10-2026
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait standar keselamatan bangunan, terlebih gedung tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia dini yang setiap hari melakukan aktivitas belajar di dalam maupun sekitar bangunan.
Dari pengamatan visual di lokasi, retakan pada dinding terlihat cukup jelas. Kondisi itu perlu mendapatkan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah kerusakan hanya bersifat permukaan atau telah berkaitan dengan struktur bangunan.
Yang menjadi perhatian, apabila benar terdapat bagian dinding yang sudah tidak memiliki ikatan yang baik dengan elemen struktur seperti balok dan besi tulangan, maka kondisi tersebut semestinya mendapatkan penanganan teknis sebelum bangunan digunakan kembali.
Keselamatan Siswa Jadi Pertanyaan
Revitalisasi gedung sekolah pada prinsipnya bukan hanya menyangkut tampilan bangunan, tetapi juga aspek kekuatan, keamanan, dan kelayakan bangunan untuk digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik.
Apalagi pengguna utama gedung TK merupakan anak-anak yang tentu memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi apabila terjadi kegagalan konstruksi.
Karena itu, temuan adanya dinding yang retak dan diduga tetap dipertahankan dalam proses revitalisasi menjadi pertanyaan yang perlu dijawab oleh pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Apakah dinding tersebut telah diperiksa oleh tenaga teknis? Apakah keretakan sudah masuk dalam perhitungan pekerjaan? Dan apakah kondisi dinding tersebut dinyatakan aman untuk dipertahankan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka demi memastikan keselamatan siswa.
Mandor Sebut Proyek Rugi
Sementara itu, awak media juga meminta keterangan dari mandor yang mengawasi pekerjaan di lapangan. Mandor berinisial AJ menyampaikan pernyataan yang cukup menarik perhatian.
"Proyek ini proyek rugi, Mas," ujar AJ kepada awak media.
Ketika ditanya lebih lanjut, jika mengetahui pekerjaan tersebut mengalami kerugian, mengapa proyek tetap dikerjakan, AJ menjawab bahwa terdapat pertimbangan pekerjaan lain di kemudian hari.
"Masalahnya nanti akan dikasih kerjaan yang lebih besar," pungkas AJ.
Pernyataan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana pekerjaan maupun pemberi pekerjaan. Sebab, apabila suatu pekerjaan mengalami persoalan biaya, kualitas pekerjaan tetap harus memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan, serta ketentuan kontrak yang berlaku.
Perlu Pemeriksaan Teknis dan Keterbukaan
Temuan di lapangan tersebut semestinya menjadi perhatian pemerintah desa, dinas terkait, pengawas pekerjaan, serta pihak pelaksana. Pemeriksaan teknis independen diperlukan untuk memastikan kondisi dinding yang mengalami keretakan tersebut masih layak dipertahankan atau seharusnya dilakukan pembongkaran dan perbaikan.
Selain aspek konstruksi, publik juga berhak mengetahui informasi dasar proyek, mulai dari sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, spesifikasi teknis, waktu pelaksanaan hingga pihak yang bertanggung jawab melakukan pengawasan.
Jika benar ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, tentu perlu ada langkah korektif sebelum gedung digunakan untuk aktivitas siswa.
Sebab, revitalisasi gedung sekolah seharusnya tidak hanya menghasilkan bangunan yang terlihat baru, tetapi juga memastikan bangunan tersebut aman, kuat, dan layak digunakan.
Hingga berita ini ditulis, pihak terkait masih perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi dinding retak tersebut serta dasar teknis mengapa bagian bangunan itu tetap dipertahankan dalam pekerjaan revitalisasi.bersambung.red
Gabung dalam percakapan