🔥 Breaking News
Update berita nasional • Politik • Hukum • Kriminal • Daerah • Internasional • Ekonomi • Cepat • Akurat • Terpercaya • Update berita nasional • Politik • Hukum • Kriminal • Daerah • Internasional • Ekonomi • Cepat • Akurat • Terpercaya •

Dugaan Main Mata dalam Pembangunan SDN Kacangan Kecamatan Malo, Atap Genteng Dipertanyakan

foto atap sekolahan yang gentengnya bermasalah dan anggaran yang digelontorkan


Bojonegoro//lidikkrimsusjatim.com— Pembangunan SDN Kacangan di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro,yang menelan anggaran yang cukup besar Rp.399.000.000 lebih menjadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan pemasangan atap genteng pada proyek pembangunan sekolah tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.18-08-2026.

Hasil pantauan awak media di lokasi menunjukkan susunan genteng pada bagian atap terlihat cukup jarang. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran apabila terjadi hujan deras, air berpotensi masuk ke dalam ruang kelas melalui celah-celah genteng.

Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik apabila air mengenai konstruksi plafon PVC. Plafon yang mengalami rembesan atau beban air secara terus-menerus berpotensi mengalami kerusakan bahkan jebol.

Diduga Ada Permainan dalam Pengawasan?

Persoalan tersebut semakin menjadi pertanyaan apabila pekerjaan yang diduga bermasalah tetap berjalan tanpa adanya perbaikan berarti. Muncul dugaan adanya ketidakberesan dalam proses pelaksanaan maupun pengawasan pembangunan.

Bahkan, publik mempertanyakan apakah terdapat dugaan main mata antara pihak pelaksana pekerjaan dengan oknum di lingkungan Dinas Pendidikan sehingga pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi dapat tetap dilaksanakan.

Namun demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen kontrak, RAB, gambar kerja, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
Jangan Sampai Anggaran Besar, Kualitas Dipertaruhkan

Pembangunan sarana pendidikan seharusnya tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi dan keselamatan para siswa.

Apabila benar pemasangan genteng tidak sesuai spesifikasi teknis, maka kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius. Jangan sampai bangunan sekolah yang menggunakan anggaran negara justru menghasilkan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru setelah digunakan.

Masyarakat berhak mengetahui berapa nilai anggaran pembangunan SDN Kacangan, siapa pelaksana pekerjaan, siapa konsultan pengawas, bagaimana spesifikasi teknis atap yang tercantum dalam kontrak, serta apakah pekerjaan tersebut telah melalui pemeriksaan dan serah terima sesuai ketentuan.

Desakan Pembongkaran dan Penataan Ulang

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta pihak terkait tidak menunggu sampai terjadi kebocoran atau kerusakan plafon.
Atap genteng yang diduga dipasang terlalu jarang diminta segera dibongkar dan ditata ulang sesuai spesifikasi teknis.

 Langkah tersebut penting untuk memastikan bangunan benar-benar aman dan layak digunakan oleh para siswa.
Dinas Pendidikan dan pihak pelaksana juga diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pekerjaan tersebut. Jika diperlukan, pemeriksaan teknis independen perlu dilakukan untuk memastikan apakah pemasangan atap telah memenuhi standar sebagaimana tercantum dalam kontrak.

Klarifikasi dan Audit Teknis

Sebelum kesimpulan lebih jauh ditarik, pihak Dinas pendidikan ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihak dinas pendidikan punya 3 tim pengawasan, yang perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi. Jika terdapat dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, pemeriksaan oleh instansi teknis maupun aparat penegak hukum dapat dilakukan berdasarkan bukti dan dokumen yang tersedia.

Yang jadi pertanyaan besar dari temuan awak media kenapa ada 3 tim yang mengawasi proyek pembangunan di SDN kacangan pekerjaannya kok masih asal jadi.

Publik kini menunggu jawaban: apakah pemasangan atap SDN Kacangan tersebut memang telah sesuai spesifikasi kontrak, atau terdapat pekerjaan yang perlu diperbaiki?

Jika kualitas pekerjaan terbukti tidak sesuai, perbaikan harus dilakukan demi keselamatan siswa dan agar uang negara benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas.bersambung.(Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama