foto jembatan yang diduga mangkrak Desa Padangan
Bojonegoro//lidikkrimsusjatim— Proyek pembangunan jembatan jalan poros desa di Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari anggaran Bantuan Keuangan Kepada Desa (BKKD) senilai lebih dari Rp 1,2 miliar tersebut diduga kuat mangkrak dan ditinggalkan begitu saja oleh pihak pelaksana maupun konsultan pengawas.(09/08/26)
Berdasarkan data yang tertera pada papan informasi proyek di lokasi, kegiatan pekerjaan ini memiliki rincian teknis sebagai berikut:
Nama Kegiatan: Pembangunan Jembatan Jalan Poros Desa Padangan
Volume: Panjang = 18 Meter, Lebar = 5 Meter
Lokasi: Desa Padangan RT. 19 / RW. 06, Kecamatan Padangan
Sumber Dana: Bantuan Keuangan Kepada Desa (BKKD) Bersifat Khusus
Jumlah Dana: Rp 1.235.687.000,- (Tahun Anggaran 2025)
Pelaksana: CV. EGA PUTRA PERKASA
Konsultan Pengawas: CV. DAKSA KARYA KONSULTAN
Waktu Pelaksanaan: 90 Hari
Kondisi di lapangan menunjukkan proses pengerjaan jembatan terhenti tanpa kepastian. Struktur jembatan belum rampung sepenuhnya, dengan beberapa bagian tiang serta pembesian yang masih terbiarkan terbuka tanpa kelanjutan aktivitas pekerja. Penutupan akses sementara hanya menggunakan bambu dan kayu seadanya, sehingga membahayakan pengguna jalan atau pengendara yang melintas di area tersebut.
Saat dilakukan konfirmasi untuk meminta klarifikasi terkait penyebab berhentinya pengerjaan proyek ini, pihak Pemerintah Desa Padangan maupun jajaran pelaksana dari CV. EGA PUTRA PERKASA belum memberikan jawaban resmi.
Sikap bungkam dari pihak-pihak bertanggung jawab semakin menguatkan dugaan adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran publik.
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten
Bojonegoro, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, serta jajaran Muspika/Kecamatan Padangan untuk segera turun ke lapangan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Langkah tegas dan audit menyeluruh sangat diperlukan agar uang rakyat senilai miliaran rupiah tidak terbuang sia-sia dan akses vital masyarakat dapat segera dimanfaatkan
Pewarta: solah
Posting Komentar